Menunaikan Nadzar Kedua Orang Tua

«

»

Apr 24 2009

Print this Post

Menunaikan Nadzar Kedua Orang Tua

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Jika kedua orang tua kita atau salah satunya meninggal dunia dan mempunyai nadzar yang belum terlaksana, maka anaknyalah yang melaksanakan nadzar tersebut.


Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, bahwasanya Sa’ad bin Ubadah Al-Anshari meminta fatwa dari Rosulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang nadzar yang diucapkan ibunya. Sedangkan ibunya sudah meninggal sebelum sempat melaksanakan nadzar tersebut. Lalu Rosulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menfatwakan untuk melaksanakan nadzar ibunya, kemudian menjadi syari’at sesudah itu.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Bahwasanya seorang wanita datang kepada Rosulullah dan berkata, ‘Sesungguhnya ibu saya telah meninggal dan mempunyai tanggugan puasa selama satu bulan.’ Kemudian Nabi menjawab, ‘Seandainya ibumu mempunyai hutang apakah kamu akan membayarnya?’ Ia menjawab, ‘Tentu.’ Lalu Nabi bersabda, ‘Dan hutangnya kepada Allah lebih perlu dibayar.’”

(Tentang wajib atau sunnahnya, para ulama terbagi menjadi dua pendapat).

Notice

Note: Artikel dari berbagai sumber, domain sumber terdapat pada tag.
Published by : blog.tohaboy.web.id


Permanent link to this article: http://blog.tohaboy.web.id/2009/menunaikan-nadzar-kedua-orang-tua.view