Tawadhu’ dan tidak Sombong

«

»

Apr 09 2008

Print this Post

Tawadhu’ dan tidak Sombong

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Umar Radhiyallahu Anhu berkata, “Pelajarailah ilmu agama (tafaqqah) sebelum Kalian memimpin.” Abu Abdullah (Al-Bukhari) berkata, “dan juga setelah menjadi pemimpin.” Para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri tidak segan-segan belajarpada saat mereka sudah senja.

Kepemimpinan dan kedudukan terkadang bisa menjadi penghalang kegiatan belajar dan menuntut ilmu. Sebabnya, karena seorang pemimpin karena drongan sifat sombong dan angkuh menjadi enggan untuk duduk di tempat belajar bersama orang banyak. Imam Malik berkata mengenai aib para hakim, “Sesungguhnya seorang hakim jika turun dari jabatannya, maka dia tidak akan kembali lagi ke tempat di mana dulu dia menimba ilmu.”

Asy-Syafi’i berkata, “jika seseorang sudah terlanjur tua, maka ia akan kehilangan banyak ilmu.” Abu Ubaid berkata. “Maksudnya, belajarlah kalian ketika masih kecil sebelum kalian menjadi pemimpin dan kalian akan terhalangi oleh kesombongan untuk mengambil ilmu dari orang yang berada di bawah kalian sehingga kalian tetap bodoh.”

Notice

Note: Artikel dari berbagai sumber, domain sumber terdapat pada tag.
Published by : blog.tohaboy.web.id


Permanent link to this article: http://blog.tohaboy.web.id/2008/tawadhu-dan-tidak-sombong.view