Puasa dan Haji untuk Kedua Orangtua

«

»

Apr 11 2008

Print this Post

Puasa dan Haji untuk Kedua Orangtua

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Diperbolehkan mengerjakan puasa untukk kedua orangtua yang telah meninggal, Jika keduanya mempunyai tanggungan dan kewajiban.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ibnu abbas Radhiallahu Anhuma, ia berkata, “Ada seorang wanita yang datang kepada Rosulullah dan berkata, “wahai Rosulullah, Ibu saya telah meninggal dan mempunyai tanggungan puasa nadzar, bolehkan sya berpuasa untuknya? Nabi menjawab, “Jika ibumu mempunyai hutang dan kamu melunasinya, apakah itu bisa membebaskan tanggungannya? wanita itu menjawab, “Bisa” Rosul pun bersabda, “Maka, berpuasalah untuk ibumu.

Masih dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiallahu Anha, bahwasanya Rosulullah Shallalllahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang meninggal dan mempunyai kewajiban puasa, maka walinya bisa mewakilinya.

Dalam Shahih Muslim dari hadits Buraidah Radhialllhu Anhu, ia berkata, “Di saat saya sedang duduk dekat Rosulullah, tiba-tiba datang seorang wanita dan berkata, “Saya telah bershadaqoh kepada ibu sya dengan memberinya seorang budak perempuan dan sekarang ia sudah meninggal.” Rosulullah menjawab, “Kamu mendapat pahalamu dan ia dikembalikan kepadamu sebagai warisan.” Wanita itu berkata, Wahai Rosulullah, ibu saya mempunyai tanggungan puasa selama satu bulan, bolehkah saya berpuasa untuknya?, Rosul menjawab, “Puasalah untuknya.” Wanita itu berkata lagi, “Dia belum haji sama sekali, bolehkah sya melaksanakan haji untuknya? Nabi menjawab, “Berhajilah untuknya.”

Adapun Sholat untuk kedua orangtua, tidak ada dalil yang jelas dan valid dari Rosulullah tentang hal itu.

Notice

Note: Artikel dari berbagai sumber, domain sumber terdapat pada tag.
Published by : blog.tohaboy.web.id


Permanent link to this article: http://blog.tohaboy.web.id/2008/puasa-dan-haji-untuk-kedua-orangtua.view